Mengenal Teknologi Big Data dan Perkembangannya Dalam Industri 4.0

25 Januari 2019 Posted by
Mengenal Teknologi Big Data dan Perkembangannya Dalam Industri 4.0
Ketika berurusan dengan begitu banyak informasi dalam berbagai bentuk, tidak mungkin untuk dikelola dengan cara tradisional. Maka dari itu, trend akan Big Data mulai muncul di permukaan.

Perusahaan di seluruh dunia telah lama mencari solusi pendekatan praktis untuk mendapatkan informasi tentang pelanggan, produk, dan layanan mereka. Bagi sebuah perusahaan yang baru saja berdiri dan hanya memiliki sedikit pelanggan mungkin akan mudah dan sederhana untuk menganalisa pelanggan yang semuanya membeli produk yang sama dengan cara yang sama. 

Seiring berjalannya waktu, perusahaan dan pasar yang mereka ikuti mungkin akan semakin rumit. Untuk bertahan atau mendapatkan keunggulan kompetitif dengan pelanggan, perusahaan-perusahaan ini harus menambahkan lebih banyak macam produk dan tentu mereka harus mengetahui bagaimana produk tersebut cocok dengan pelanggan dan bagaimana cara menyampaikannya kepada pelanggan.  

Awalnya beberapa data terkait dengan perusahaan disusun dan disimpan ke dalam database relasional seperti SQL Server dan MySQL, perusahaan hanya menyimpan data yang penting saja seperti nama produk, harga produk dll. Sedangkan data lainnya seperti dokumen, catatan layanan pelanggan, dan bahkan gambar dan video, yang tidak terstruktur dan tidak dapat disusun akan sulit dikelola dengan sistem yang telah dibangun oleh perusahaan tersebut atau dengan menggunakan database relasional. Perusahaan juga harus mempertimbangkan sumber data baru yang dihasilkan oleh perangkat selluler seperti sensor atau sumber informasi baru lainnya yang dihasilkan oleh manusia, seperti data dari media sosial dan data rekam jejak yang didapatkan dari interaksi website perusahaan.  

Meskipun setiap sumber data dapat dikelola berbeda dan didapatkan secara mandiri, tantangannya saat ini adalah bagaimana perusahaan dapat memahami relasi semua jenis data yang berbeda ini dan menerjemahkannya sesuai dengan kebutuhan perushaaan tersebut. Ketika berurusan dengan begitu banyak informasi dalam berbagai bentuk, tidak mungkin untuk memikirkan dan mengelola data dengan cara tradisional. Maka dari itu, berdasarkan kasus di atas trend akan Big Data mulai muncul di permukaan. 
 

Jadi, apa itu Big Data? 

 

Big Data adalah istilah untuk menggambarkan volume data yang besar baik terstruktur maupun tidak terstruktur yang mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Bukan besarnya jumlah data yang ditekankan di sini, akan tetapi bagaimana sebuah perusahaan mampu menerjemahkan data dalam jumlah besar dan berbeda tersebut menjadi informasi yang bermanfaat bagi perusahaan tersebut. Big Data dapat dianalisis dengan metode tertentu dengan harapan dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan langkah bisnis yang lebih strategis.  

Untuk memulai pembahasan kita, Big Data didefinisikan sebagai segala jenis sumber data yang memiliki setidaknya tiga karakteristik yaitu Volume, Velocity, dan Variety atau 3 Vs.  

Data dengan volume yang sangat besar. 

Besarnya data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial, dan informasi dari sensor atau data lainnya. Facebook misalnya, jika anda menyadari seandainya Facebook adalah negara maka akan menjadi negara dengan penduduk terbesar di dunia, memiliki pengguna lebih banyak daripada jumlah orang China. Masing-masing pengguna telah menyimpan banyak foto di akun mereka masing-masing. hingga saat ini Facebook menyimpan sekitar 250 miliar gambar dan akan selalu bertambah setiap harinya. Belum lagi jumlah status yang diposting oleh pengguna mungkin akan lebih banyak dari jumlah gambar yang disebutkan tadi.  

Data dengan lalu-lintas yang sangat cepat

Cepatnya lalu-lintas data dan harus diproses dengan cepat pula. Google misalnya, menyampaikan kepada penggunanya informasi yang aktual tentang suatu kejadian di halaman pencarian. Padahal, google memiliki miliaran data untuk diproses setiap harinya. Akan tetapi, google mampu memproses informasi berita yang aktual dan relevan sesuai dengan pencarian pengguna. Contoh lain, bagaimana cepatnya Google Maps memberikan informasi terkait sibuknya jalan-jalan yang anda lalui setiap hari secara realtime. Dengan informasi bermanfaat ini, pengguna bisa memutuskan untuk mencari jalur alternatif jika menemukan jalan yang biasa dia lalui sibuk. 

Data dengan jenis yang sangat variatif. 

Luasnya jenis data yang tentu membutuhkan cara dan pendekatan berbeda dalam mengelolanya. Di atas telah disebutkan tentang foto, video, dokumen, data sensor, dan sebagainya. Masing-masing sangat berbeda satu sama lain. Data ini tidak memiliki baris dan kolom yang sama sehingga mudah dikelola menggunakan cara tradisional seperti mengetiknya satu persatu di aplikasi Office Excel. Data tersebut sangat berbeda dari aplikasi ke aplikasi, dan bahkan banyak dari data tersebut tidak terstruktur sehingga perlu metode beragam pula untuk mengelolanya.  

Big Data dan Revolusi Industri 4.0

 

Revolusi industri generasi pertama ditandai oleh penggunaan mesin uap untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan. Kemudian, generasi kedua, melalui penerapan konsep produksi massal dan mulai dimanfaatkannya tenaga listrik. Dan, generasi ketiga, ditandai dengan penggunaan teknologi otomasi dalam kegiatan industri.  

Sejak tahun 2011, kita telah memasuki Industri 4.0, yang ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.  

Sekarang, komputer terhubung dan berkomunikasi satu sama lain untuk akhirnya membuat keputusan tanpa keterlibatan manusia. Kombinasi sistem fisik-cyber, Internet of Things dan Internet of Systems membuat Industri 4.0 menjadi mungkin dan mesin cerdas menjadi kenyataan. Sebagai hasil dari dukungan sistem cerdas yang terus menjadi lebih pintar karena mendapatkan akses lebih banyak data, mesin-mesin modern akan menjadi lebih efisien dan produktif.  

Roadmap industri saat ini juga merambah pada revolusi yang didorong oleh perkembangan digital. Dengan adanya revolusi ini, kemunculan-kemunculan jenis pekerjaan baru memungkinkan untuk lahir dan menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. 

Dalam dunia pendidikan misalnya, Hadirnya Industri 4.0 merupakan lompatan baru yang memungkinkan dunia pendidikan untuk menerapkan automatisasi dalam proses belajar mengajar. Hari ini sudah banyak kita temukan perpaduan antara sistem fisik-cyber yang bersatu padu untuk mendukung siswa, guru, dan pemangku pendidikan dalam proses pembelajaran, bahkan perangkat yang kita temui saat ini mampu beradaptasi sesuai dengan kebutuhan peggunanya.

Artikel ini pernah dipublish sebelumnya di satriadigital

Waktu Shalat Hari ini, 18 Agustus 2019

Subuh

-

Dhuha

-

Dzuhur

-

Ashar

-

Maghrib

-

Isya

-