Sedekah Sebagai Life Style Muslim Millenial

08 Maret 2019 Posted by
Sedekah Sebagai Life Style Muslim Millenial
Sedekah sebagai life style kaum millenial, sebuah riset menyebutkan bahwa dalam sebulan millenial Indonesia sebanyak 51,09 % memberikan sumbangan dalam bentuk sedekah/zakat/infak sebanyak satu kali dan 10,38 % memberikan sumbangan lebih dari 5 kali.

Oleh: M. Adib Fuadi Nuriz

URBANESIA.CO.ID - Bagi saya, menjadi generasi Muslim millennial saat ini merupakan satu kebanggaan tersendiri. Trend Muslim millenial (red. zaman now) ditengarai memiliki gaya hidup senang memberi, gemar donasi, banyak kreasi dan sarat inspirasi. 

Dalam berbagai kejadian bencana alam mereka selalu terdepan dalam penggalangan dana bantuan baik secara langsung maupun melalui  sosial media. Tidak sedikit pula di antara mereka yang mendeveloped website dan aplikasi donasi.

Bayangkan saja, jika potensi millenial di Indonesia adalah 33,4 % dari populasi penduduk atau sebesar 81,27 juta (data sensus penduduk 2010) maka peranan kaum millennial dapat menjadi ‘tulang punggung’ dan tumpuan bagi masa depan Indonesia. 

Karakteristik confident, ekspresif, bersemangat, dan gemar tantangan yang mereka miliki menjadikan setiap gerakan apapun berhasil sukses dan berkembang. Belum lagi kecenderungan millennial zaman now yang haus teknologi (tech savvy generation).

Berkaitan dengan sedekah sebagai life style kaum millenial, sebuah riset menyebutkan bahwa dalam sebulan millenial Indonesia sebanyak 51,09 % memberikan sumbangan dalam bentuk sedekah/zakat/infak sebanyak satu kali dan 10,38 % memberikan sumbangan lebih dari 5 kali. 

Jika dilihat dari seberapa besar jumlah yang diberikan untuk donasi, yang memberikan kurang dari 5% dari pendapatan perbulan sebanyak 58,89 %, sedangkan 24,9% menyisihkan 5-7% pendapatannya untuk donasi, dan masih ada 2,57% mendonasikan 15% dari gajinya untuk kepentingan sosial.

Maraknya gerakan donasi dalam bentuk infaq, sedekah, wakaf, dll menjadi bukti bahwa sebetulnya trend generasi millenial saat ini menjadi motor gerakan donasi nasional. 

Banyaknya bancana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor membuat hati generasi millennial tergerak untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah, membantu kelompok miskin dan kelompok disabilitas. 

Program donasi tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan jangka pendek saja namun juga berupa bantuan jangka panjang seperti pembangunan sarana ibadah, pendidikan dan pembangunan infrastruktur.

Menjadikan sedekah/donasi sebagai life style bagi Muslim millennial merupakan perwujudan ajaran Islam sebagaimana Rasulullah Saw menganjurkan kepada umatnya untuk memberi. 

“Barangsiapa yang bersedekah dengan sesuatu yang senilai dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, sedangkan Allah tidaklah menerima kecuali yang thayyib (yang baik), maka Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan-Nya kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang di antara kalian membesarkan kuda kecilnya hingga sedekah tersebut menjadi besar seperti gunung.” (HR. Bukhari, no. 1410 dan Muslim, no. 1014).

Kata “sebutir kurma” dalam hadis di atas merupakan mubalaghah fil qillah, kiasan tentang amal-amal yang ringan, bahkan paling ringan di mata manusia, namun bernilai tinggi di mata Allah SWT. 

Allah SWT berfirman, "Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya". (QS al-Zalzalah: 7)

Bersedekah itu tidak mesti selalu banyak, bersedekah juga bisa dengan memberi sekali banyak dan sesekali ala kadarnya. 

Ini yang dicontohkan oleh Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, ia biasa memberi makan fakir miskin yang setiap hari menemuinya. Menariknya, terkadang ia memberikan semua makanannya, terkadang hanya memberi sebutir anggur. 

Bersedekah juga tidak mesti dengan harta. Jika kita tidak mampu bersedekah dengan harta, maka cukup dengan kata-kata yang baik pun dijamin oleh Rasulullah Saw sebagai sedekah.

Dalam konteks millennial, pengelolaan zakat, infaq dan sedekah alangkah baiknya tidak hanya dibangun berdasarkan kesadaran ajaran, anjuran dan nilai-nilai sedekah saja (dalam arti normative). 

Akan tetapi diperlukan membangun konsep managemen yang professional (pendekatan actual kontekstual) sehingga aspek kemanfaatanya bukan hanya untuk kepentingan jangka pendek namun juga untuk kepentingan jangka panjang. 

Ibarat kita menanam pohon, kita menanamnya hari ini dan akan menuai hasilnya di masa yang akan datang bahkan sampai anak cucu.  Kebaikan yang kita tanam akan terus membawa kebaikan dan keberkahan. 

Ada seorang dokter spesialis yang membuka praktik tanpa dibayar, ada guru mengajar anak putus sekolah secara gratis, ada yang mewakafkan semua tanah miliknya untuk masjid dan lembaga pendidikan. 

Ketika trend berdonasi dan bersedekah belum menjadi gaya hidup masa kini, maka Anda belum sah disebut sebagai Muslim millennial zaman now. Sedekah dan infaq sebagai gaya hidup sehari-hari harus dijadikan sebagai kebiasaan. Jika ini yang dilakukan, Insyallah sedekah bukan lagi menjadi beban namun justru akan membuat kita semakin ketagihan. 

 

Waktu Shalat Hari ini, 18 Agustus 2019

Subuh

-

Dhuha

-

Dzuhur

-

Ashar

-

Maghrib

-

Isya

-